Jum'at, 19 Oktober 2018, 15:01

thumbnail

Bimtek Penyusunan LAKIP Kantor Kemenag Kota Probolinggo Tahun Anggaran 2017

Selasa, 14 November 2017, 11:07

Kota Probolinggo (Sekjen), -Kegiatan Bimbingan Teknis Penyusunan  Penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP),  Senin (13/11) yang bertempat Aula MIS Nur Aziz. Kegiatan yang merupakan Program Kerja Sekretariat Jenderal Kantor  Kementerian Agama Kota Probolinggo  Tahun Anggaran 2017 ini dikuti sebanyak 31 orang terdiri dari Kepala Seksi, Penyelenggara Syariah, Kepala Satker, dan operator dilingkungan Kantor Kemenag Kota Probolinggo.

Kepala Kantor Kemenag Kota Probolinggo, Mufi Imron Rosyadi dalam penyampaian materinya menyampaikan bahwa “pengembangkan kompetensi pegawai terdiri dari ; 1). peningkatan kompetensi pegawai yang selama ini terdapat semacam ungkapan pejorative terhadap ASN , bahwa ; ASN itu lamban di dalam bekerja, ASN itu lambat di dalam menyelesaikan masalah, ASN bekerja dengan prinsip easy going, ASN itu koruptor, baik waktu maupun anggaran, untuk mengikis dan menghilangkan anggapan masyarakat seperti itu, maka tidak ada jalan lain kecuali meningkatkan kompetensi para ASN; 2). Meningkatkan kesejahteraan pegawai, untuk mencapai kesejahteraan tersebut, maka di antara factor pemicunya ialah profesionalitas yang terukur, di era reformasi birokrasi ini, maka yang digunakan untuk mengukur ialah Penilaian Kinerja Kelembagaan dan ASN; 3). Peningkatan kualitas administrasi kepegawaian, salah satu di antara pengukuran keberhasilan pelayanan ialah jika pengurusan administrasi dapat diselesaikan dalam waktu sebagaimana tertuang di dalam Standart Pelayanan Minimal (SPM) dan juga Standart Operating Prosedur (SOP). agar para pelangan kita menjadi lebih merasakan manfaatnya”.

Sedangkan agar tercapai keinginan pelayanan yang terbaik berbasis profesionalitas, lanjut Mufi Imron Rosyadi  ialah menuntaskan e-government, Kita harus tetap berupaya untuk meningkatkan inovasi baru di dalam pelayanan kepada masyarakat dan Menuntaskan reformasi birokrasi. kedepan, kita semua berharap bahwa LAKIP dan Evaluasi Reformasi Birokrasi kita harus meningkat menjadi lebuh baik., jika sekarang masih B saja, maka ke depan harus berubah menjadi BB atau B besar”.

Lebih lanjut Mufi Imron Rosyadi juga menyinggung bahwa “keberhasilan reformasi birokrasi juga akan ditunjukkan pada beberapa aspek diantaranya; -semakin tidak ada korupsi.; -semakin tidak ada pelanggaran disiplin PNS; -penyelenggaran anggaran yang makin baik; -pelaksanaan program kerja yang baik; -penerapan reward dan punishment; -dan  penggunaan waktu yang efektif dan efisien, selain yang enam ini, maka yang juga sangat penting adalah agar aparat pemerintah terus memperbaiki pelayanan birokrasi, semakin baik pelayanan birokrasi kepada stake holdernya, maka akan semakin baik kepuasan stake holder dimaksud”.

Sedangkan Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kankemeng Kota Probolinggo, H. Samsur sebagai pemateri kedua dalam bimtek tersebut, lebih mengarah kepada praktek tata laksana penyusunan LAKIP yang benar, sesuai dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi No.53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Review Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. (Rief)

Editor : hans/isn/mn

Bagikan ke Teman Anda :

Dibaca Oleh 143 Pengunjung